Jangan Panik Jika Anak Belum Bisa Membaca

Kursus Membaca – Orangtua tidak jarang khawatir andai melihat buah hatinya belum mahir menyimak meskipun telah masuk sekolah taman kanak-kanak. Jangan panik dulu sebab belajar membaca ialah proses yang memerlukan waktu bertahun-tahun. Kenali langkah dasar anak belajar membaca.

Setiap anak mempunyai kecepatan menyimak yang berbeda-beda, sebab membaca ialah sebuah kemampuan yang ditajamkan melalui sejumlah tahapan dan proses yang berkelanjutan.

Kemampuan menyimak juga dapat mempengaruhi kemampuannya mencatat karena tersebut orangtua dan guru mesti mengetahui bahwa keterampilan membaca dan menulis memerlukan sebuah proses.

Seperti dilansir dari Babycenter, Jumat (12/3/2010) terdapat empat langkah yang biasa dilewati anak-anak dalam proses belajar membacanya, yaitu:

Tahapan anak pra-membaca

1. Anak suka memainkan kitab seperti layaknya mainan beda dan belum memahami bahwa kitab tersebut berisi cerita.
2. Tertarik dengan warna-warna terang dan ilustrasi yang ditemukan dalam kitab tersebut, namun tidak mengetahui bahwa gambar itu berisi cerita.
3. Anak suka mendengarkan kisah yang diucapkan oleh orang beda sambil menyaksikan gambar-gambar di buku.
4. Belum bisa mengidentifikasi ucapan-ucapan atau huruf yang terdapat di dalam buku.
5. Tahapan ini terjadi pada anak umur 2-4 tahun.

Tahapan anak mulai membaca

1. Anak telah dapat mengenal masing-masing huruf yang ada, namun belum terlampau mahir merangkainya menjadi satu kata.
2. Membutuhkan gambar pada masing-masing halaman guna membantunya bercerita.
3. Menghapal isi kitab cerita dan mengupayakan untuk membacanya lagi dan lagi.
4. Membaca dengan suara yang keras namun tidak mengindikasikan ekspresi serta tidak berhenti guna tanda baca tertentu.
5. Tahapan ini terjadi pada anak umur 4-6 tahun.

Tahapan intermediate (menengah) membaca

1. Menggunakan gambar sebagai tuntunan dari sisa-sisa kalimat untuk mengetahui cerita.
2. Membacanya sudah fasih dan melulu ditemukan sejumlah kesalahan saja.
3. Dapat membalas pertanyaan simpel menurut kisah tersebut.
4. Membaca dengan keras dan terkadang ekspresif serta mempunyai jeda untuk sejumlah tanda baca yang ada.
5. Tahapan ini terjadi pada anak umur 6-8 tahun.

Tahapan mahir membaca

1. Dapat menyimak dengan fasih dan mengetahui sebagian besar atau borongan cerita.
2. Dapat merasakan sebuah kitab meskipun tanpa terdapat gambar.
3. Dapat menjawab sekian banyak pertanyaan tentang materi atau perasaan dan benak tokoh cerita.
4. Dibaca dengan suara keras dan sarat eskpresif serta mengetahui penuh segala format tanda baca.
5. Tahapan ini terjadi pada anak umur 8 tahun ke atas.

Leave a Comment